Prinsip kerja motor asinkron tiga fase
Prinsip kerja motor asinkron tiga fase didasarkan pada induksi elektromagnetik, sebuah fenomena yang ditemukan oleh Michael Faraday pada abad ke-19. Dalam sistem AC tiga fase khas, arus listrik mengalir dalam tiga kabel terpisah, dengan masing-masing arus pengangkut yang keluar dari fase dengan yang lain dengan 120 derajat.
Perbedaan fase ini menciptakan medan magnet yang berputar di stator motor. Stator terdiri dari tiga set belitan yang diatur terpisah 120 derajat, dan ketika arus tiga fase dipasok ke belitan ini, ia menghasilkan medan magnet berputar yang terus-menerus berbalik di ruang angkasa. Kekuatan dan arah medan magnet terus berubah, yang menginduksi arus listrik di rotor.
Rotor, yang biasanya merupakan bahan konduktif loop tertutup (seperti tembaga atau aluminium), mencoba menyelaraskan dengan medan magnet yang berputar tetapi selalu sedikit tertinggal, menciptakan slip yang merupakan karakteristik motor asinkron. Slip antara medan magnet dan kecepatan rotor inilah yang menghasilkan torsi yang diperlukan untuk memutar rotor dan melakukan pekerjaan mekanis.
Torsi dan kecepatan
Salah satu karakteristik utama dari motor asinkron tiga fase adalah hubungan kecepatan torsi. Torsi motor berbanding terbalik dengan kecepatannya, yang berarti bahwa ketika beban pada motor meningkat, kecepatan motor sedikit berkurang. Karakteristik ini membuat motor ideal untuk aplikasi di mana beban dapat bervariasi, seperti pada kipas, pompa, dan kompresor.
Kecepatan sinkron (kecepatan di mana medan magnet berputar) ditentukan oleh frekuensi pasokan listrik dan jumlah kutub di stator. Kecepatan rotor akan selalu sedikit kurang dari kecepatan sinkron, dan perbedaan antara kecepatan ini adalah slip.
Keuntungan dibandingkan motor lainnya
Dibandingkan dengan jenis motor lainnya, motor asinkron tiga fase menawarkan berbagai manfaat:
Keandalan: Motor ini sederhana dalam desain, membuatnya kurang rentan terhadap kerusakan. Itu tidak bergantung pada kuas atau mekanisme awal eksternal, membuatnya lebih mudah untuk dipertahankan.
Torsi awal yang tinggi: Motor asinkron tiga fase mampu memberikan torsi awal yang tinggi, yang sangat berguna dalam aplikasi di mana beban perlu dimulai dari posisi macet, seperti pada mesin berat.
Efektivitas biaya: Motor ini lebih murah untuk diproduksi dan dipelihara dibandingkan dengan jenis motor lain seperti motor sinkron atau sikat. Kurangnya kuas dan komutator berkontribusi untuk menurunkan biaya perawatan dalam jangka panjang.
Berbagai aplikasi: Dari pompa mengemudi dan kipas dalam sistem HVAC hingga daya konveyor industri dan mesin, motor asinkron tiga fase dapat menangani beragam aplikasi, seringkali di seluruh operasi industri skala besar.
Aplikasi umum
Motor asinkron tiga fase digunakan dalam berbagai industri karena keserbagunaan dan efisiensinya. Berikut beberapa aplikasi umum:
Manufaktur Industri: Motor ini digunakan untuk menyalakan konveyor, mesin, mixer, dan peralatan lain yang ditemukan di pabrik.
Sistem HVAC: Penting untuk menjalankan kipas, blower, dan sistem pendingin besar di gedung, memastikan kontrol iklim.
Sistem Pasokan dan Pompa Air: Motor ini sangat ideal untuk pompa mengemudi yang mengangkut air, limbah, atau cairan lainnya.
Pertanian: Dalam pertanian, mereka digunakan untuk pompa irigasi, pabrik gandum, dan mesin lain yang membutuhkan operasi yang terus -menerus dan andal.